Minggu, 29 Juni 2014

Selamat Bertemu Kembali!


Sudah lama sekali tidak menulis apapun di sini. Apakabar cita-cita jadi penulis? hehe. Setelah lama kehilangan kesaktian menulis di media, akhirnya saya mencoba kembali dengan mewajibkan diri menulis minimal satu kalimat setiap hari. Entah di buku, tumblr, di blog, atau mengoceh  di twitter. Pokoknya mencoba kembali membiasakan diri dengan pencatatan.

Kebetulan momentumnya pas di awal bulan suci Ramadhan, awal dari 30 hari penuh pahala dan ampunan. Akhirnya tergerak juga menyingkirkan sarang laba-laba di menggapai awan *tepis kanan-kiri bersihin debu. Tahun ini Ramadhan inshaaAllah dilewatkan penuh di Madiun, di rumah. Berbeda sekali dengan tahun lalu yang hampir satu bulan penuh dilewatkan di Bandung bahkan sampai safari masjid segala setiap weekend. Selain lokasinya yang berbeda, gegap gempitanya juga sedikit berbeda sih. Kalau di bulan Ramadhan Bandung selalu penuh dengan ta'jil yang membuat ngiler setiap pulang kantor, di Madiun mana adaaa yang jualan ta'jil *Sebenarnya ini bisa menjadi peluang bisnis, tapi baiklah, fokus. Ibu-ibu di sini tampaknya masih rajin dan semangat membuat ta'jil sendiri jadilah tidak banyak pedagang dadakan yang beralih profesi menjadi takjilers di pinggil jalan.

Dalam segi rutinitas, tidak jauh berbeda pula. Studio ce.ri.ta tetap buka seperti biasa, dengan beberapa penyesuaian jam kerja. Belakangan saya sempat diprotes bapak "Kenapa pulangnya sore-sore bangeet?!", maklum kalau sudah asyik mengerjakan sesuatu sering lupa waktu, pekerjannya terlalu menyenangkan sih ;). Selebihnya tidak ada yang berbeda, selain beberapa hal yang dimulai lebih pagi. Ohya doakan saya istiqamah untuk tetap bangun setelah subuh dan berhasil menjalankan misi-misi spesial bulan Ramadhan! Karena seharusnya Ramadhan menjadi bulan penggemblengan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, jadi sekaranglah saatnya untuk mulai mendisiplinkan diri terhadap banyak hal yang diinginkan. Tentunya perubahan yang lebih baik, rugi dong sudah melewati Ramadhan tapi tetap tidak ada peningkatan, naudzubillah. Biasanya setan nih yang siaga terjaga menyerang semangat dan niat.

Baiklah, hampir cukup sampai di sini. Sebenarnya ada banyak sekali yang bisa saya ceritakan karena beberapa saat yang lalu saya sempat berplesir ke Yogyakarta dan Magelang. Ada cerita tentang Pantai, situs sejarah bahkan salah satu keajaiban dunia! Tapi saya tidak mau janji-janji palsu menuliskan, hehe. Kalau tidak ada halangan nanti mungkin bisa saya pos beberapa fotonya ya. Selamat datang kembali di Menggapai Awan! dan lagi, Selamat datang kembali Ramadhan, panjangkan umur kami hingga Syawal bahkan Ramadhan berikutnya :D



Senin, 28 April 2014

Senin Pagi di Akhir April

TV di ruang tengah sejak tadi saya tinggalkan dalam keadaan meyala. Juga sapu yang seharusnya sejak tadi saya ayun. Dan apa yang sedang saya lakukan? Memenuhi tugas baru setiap pagi: Menulis.

Hari ini awal minggu terakhir di bulan April. Benar juga ya, terkadang waktu memang aneh..cepat dan lambat secara bersamaan. Cepat ketika berkejaran dengan deadline, lambat ketika hendak ditagih gajian, haha.

Yang terbersit di pikiran pagi ini adalah keinginan untuk melakukan hal baru, kebutuhan untuk bertemu dengan orang baru, yang tentunya membutuhkan peningkatan skill manajemen waktu. Hobi, kebutuhan, pekerjaan merupakan hal-hal yang saling beririsan dan harus sejalan. Kepala saya penuh sesak dengan rencana, dan saya bosan dengan semua wacana. Kali ini harus ter-realisasi!

Eh apakah saya sudah bercerita bahwa saya randomly bergabung dalam komunitas card to post? haha..ya..ya..ya..random. Sahabat-sahabat saya bahkan sudah mahfum dengan kerandoman saya ini sehingga 'iya' saja ketika bilang: " aku mau kirim kartu pos ke kamu ya, minta alamat kosan!". Dan sampai sekarang jangankan dikirim..dibikin saja belum.

Ah, minggu ini saya akan membuat kartu posnya, juga grup fesbuk jualan itu *apa lagi nih?, juga cari info baru tentang yang satunya lagi..hahaha..banyak mau, kurang realisasi tuh ya gini.

Nantilah, saya coba tuliskan leboh banyak tentang apa-apa yang sedang saya kerjakan. Yang jelas saya masih punya PR satu buku lagi.

Selamat hari Senin ceria.

Minggu, 27 April 2014

Menjadi Lebih Baik

Beberapa hari yang lalu saya baru saja menamatkan dua buah buku motivasi: Sila ke-6 Kreatif Sampai Mati (Wahyu Aditia) dan How to Master Your Habits (Felix. Y. Siauw).

Buku pertama melucuti harga diri saya sebagai sesama mantan mahasiswa desain tapi kenapa kreatifnya tidak sama-sama dewa, dan buku kedua menampar pipi saya karena semua hal yg salah untuk melestarikan habits sudah khatam saya lakukan. Hopeless? No!

Dari perenungan yang sejenak saya lakukan setelah membaca keduanya akhirnya saya dapatkan bahwa untuk menjadi kreatif, untuk mewujudkan mimpi, tidak bisa terlepas dari habits yang kita miliki. Lha iya? semua orang juga sudah tahu, info basi kali. Eits, tapi coba refleksikan, apa saya atau Anda sudah menyadari atau hanya sekilas info numpang lewat yang tidak pernah terlintas di pikiran?

Jika dikembalikan kepada karakter saya, akhirnya dapat dimengerti kenapa belum ada yang luar biasa muncul dari kepala. Ada dua hal penting yang selalu saya tidak lakukan, pertama, tidak melakukan pencatatan (bisa juga penggambaran) yang benar terhadap setiap ide yang terlintas. Maksudnya bagaimana? jadi begini, sebagai mantan mahasiswa seni rupa yang dulu selalu dituntut untuk membadai otak, kebiasaan ini sering muncul dimanapun dan kapanpun. Seperti sudah terotomatisasi, jika ada ide baru biasanya akan muncul ide-ide lainnya. Dan pada kasus saya, biasanya terjadi ketika saya sedang motoran, atau sedang dalam kesibukan apapun yang akhirnya membuat malas untuk mencatat. Padahal ide-ide spontan itu sering sekali brilian. Kedua, ide brilian sering saya tinggalkan di tengah jalan sehingga belum ada satupun yang terwujud. membayangkan ratusan ide brilian yang sangat berpotensi menjadi luar biasa itu membuat saya seketika galau luar biasa.

Nah, akhirnya tibalah pada sebuah kesimpulan. Keraguan saya untuk terus bereksplorasi rupanya didukung penuh oleh geng penjahat pikiran yang tidak lain adalah habits. Saya memiliki habits peragu, takut salah dan menunda pekerjaan. Jadilah, ide-ide kreatif semuanya menguap tanpa bekas. Ketakutan terhadap anggapan orang, kecenderungan menganggap diri sendiri tidak mampu adalah dua iblis terkuat yang jarus dilenyapkan dari muka hati! Sebelumnya menulis dalam blog ini pun sudah tertunda, pertanda saya takluk oleh iblis habits. Jadi inshaa Allah, mulai saat ini saya akan belajar menaklukan si anak bandel bernama habits, dan membesarkan dengan penuh kasih sayang si anak kreatif dan spontan. Hmm..sepertinya saya harus berpindah hati untuk melakukan pencatatan di tempat lain.

Baiklah sampai jumpa deng saya yang akan menjadi master! terimakasih mas wadit dan ustadz Felix, terimakasih ya Allah karena mempertemukan saya dengan mereka di rak buku. Bismillah!

Minggu, 30 Maret 2014

Mencoba Update

Sedih itu kalau punya blog tapi tidak pernah diUpdate sampai sekian lama. 

Baiklah. Sudah di penghujung bulan Maret 2014. Sejauh ini semuanya cukup menyenangkan. Saya mencoba menyusun satu satu apa yang seharusnya ada. Kamar baru, sudah. Booking lapangan badminton, sudah. (Hampir) mendapatkan sim A, sudah. Lingkaran baru, inshaa Allah, sudah. Meningkatkan performa Ce.ri.ta, sedang dalam proses. Wiiii..lumayan juga ya tiga bulan ini. Yang terakhir adalah langganan intisari. Saya kangen berat majalah intisari. Hari ini saya mengajukan permintaan langganan, semoga minggu depan, bertepatan dengan awal bulan majalah sudah di tangan*yosh!.

Apa lagi yang belum? komunitas, komunitas yang belum juga dimulai. Okay, next project noted!
Huhuy, satu satu, boleh jadi perlahan-lahan..tapi semoga semua bisa direalisasikan. Harus kembali mengakrabkan diri dengan sketchbook dan pensil. Mencari sela-sela waktu hening untuk meladeni badai otak. Apa yang lewat-lewat di kepala ini terlalu sayang untuk diacuhkan.

Hutang saya untuk menulis sudah sangat menggunung. Rasanya jadi sangat berat untuk memulai menulis. Dan..saya memiliki rencana untuk mendua di blog lain, khukhukhu. Jangan sedih ya pembaca. Saya dan pikiran-pikiran absurd saya akan berusaha adil ;).